Gadget

Hot news,gadget rumors,etc.

Technology

It's about Science-Technology.

Culture

It's all about Indonesian variety.

Sunday, 18 June 2017

Penyebab kegagalan umum sistem informasi dan peran pemimpin dalam e-government

Menurut O’Brien (2005)  keberhasilan sistem informasi tidak seharusnya diukur hanya melalui efisiensi biaya, waktu dan penggunaan sumber daya informasi. Keberhasilan juga harus diukur dari efektivitas teknologi informasi dalam mendukung strategi bisnis organisasi, memungkinkan proses bisnisnya, meningkatkan struktur organisasi dan budaya serta meningkatkan nilai pelanggan dan bisnis perusahaan. Rosemary Cafasaro dalam O’Brien (2009) menyatakan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan kesuksesan atau kegagalan penerapan sistem informasi dalam suatu organisasi atau perusahaan antara lain : dukungan manajemen eksekutif, keterlibatan end user (pemakai akhir), kejelasan penggunaan kebutuhan perusahaan, kematangan perencanaan dan harapan perusahaan yang nyata. Sedangkan faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan sistem informasi antara lain: kurangnya input dari end user, tidak lengkapnya pernyataan kebutuhan dan spesifikasi, pernyataan kebutuhan dan spesifikasi yang senantiasa berubah-ubbah, kurangnya dukungan manajemen eksekutif serta inkompetensi secara teknologi.
Menurut Heeks (2003) sebagian besar penyebab kegagalan aplikasi e-Gov di negara berkembang adalah karena ketidakpahaman mengenai keadaan saat ini (where are we now) dengan apa yang yang akan kita capai dengan proyek e-government (where the e-government projects wants to get us). Dengan kata lain terjadi gap atau kesenjangan antara rancangan e-Gov yang telah dibuat dengan realitas yang dihadapi sekarang. Kesenjangan ini terdapat dalam berbagai dimensi yang dikenal dengan istilah ITPOSMO (Information, Technology, Processes, Objective and Values, Staffing and skills, Management systems and structures, Other resources : time and money).
Faktor-faktor Penyebab kegagalan umum sistem informasi
Faktor-faktor yang menyebaban kesuksesan sistem informasi sebagaimana pendapat Rosemary Cafasaro dalam O’Brien (2009) dipaparkan sebagai berikut :
1.    Kurangnya input dari end user
2.    Tidak lengkapnya pernyataan kebutuhan dan spesifikasi
3.    Pernyataan kebutuhan dan spesifikasi yang senantiasa berubah-ubah
4.    Kurangnya dukungan eksekutif
5.    Inkompetensi secara teknologi
6.    Perencanaan yang tidak tepat dan tidak matang

1.        Kurangnya input dari end user

Kurangnya keterlibatan end user pada saat proses perancangan sistem akan  menemui kegagalan pada saat diterapkan karena terjadi kesenjangan atau gap antara pengguna dan perancang atau pakar SI. Kesenjangan itu timbul karena keduanya memiliki latar belakang dan kepentingan yang berbeda (user-designer communication gap). Kesenjangan ini pada akhirnya akan menciptakan kegagalan dalam pelaksanaan sistem informasi.

2.        Tidak lengkapnya pernyataan kebutuhan dan spesifikasi

Kebutuhan yang telah dirumuskan tersebut apabila tidak mendapatkan dukungan berupa infrastruktur yang memadai akan menyebabkan kegagalan pada sistem informasi.

3.        Pernyataan kebutuhan dan spesifikasi yang senantiasa berubah-ubah

Penerapan sistem informasi pada suatu organisasi harus dilakukan perumusan dengan jelas tentang kebutuhan dan spesifikasi penggunan sistem informasi tersebut. Pernyataan kebutuhan yang tidak ditegaskan sejak awal akan berdampak negatif pada saat sistem informasi diimplementasikan dan pada akhirnya menemui kegagalan.

4.        Kurangnya dukungan manajemen eksekutif

Apabila penerapan sistem informasi tidak mendapatkan dukungan dari beberapa unsur manajemen eksekutif sebagai pengambil keputusan maka penerapan sistem organisasi akan menemui kegagalan dan mengakibatkan dampak seperti : terjadi inefisiensi biaya, pelaksanaan penerapan sistem informasi melebihi target waktu yang telah ditentukan, kendala teknis serta kegagalan memperoleh manfaat yang diharapkan.

5.        Inkompetensi secara teknologi

Penerapan dan pengembangan sistem informasi sangat membutuhkan peranan manusia sebagai brainware/operator. Apabila sumberdaya manusia dalam organisasi tidak memiliki kompetensi akan perkembangan teknologi yang semakin  maju maka penerapan sistem informasi akan mengalami kesulitan. Sistem informasi yang tidak sesuai dengan kemampuan SDM akan mengakibatkan pelaksanaan sistem informasi menghadapi kegagalan.

6.        Perencanaan yang tidak tepat dan tidak matang

Pengembangan dan penerapan sistem informasi yang tidak didukung oleh perencanaan yang matang tidak akan mampu menjadi mediator antara berbagai keinginan dan kepentingan dalam suatu organisasi. Sistem yang tidak memiliki road map yang jelas tidak mampu menjadi pegangan dalam melaksanakan sistem informasi sesuai tujuan organisasi. Sistem informasi yang tidak dirancang sesuai kebutuhan organisasi pada akhirnya akan menemui kegagalan dalam penerapannya dan hanya menimbulkan inefisiensi dalam hal biaya, waktu dan tenaga.



CONTOH KASUS KEGAGALAN PENERAPAN E-GOVERNMENT DI INDONESIA


Salah satu contoh kegagalan penerapan e-government di Indonesia adalah pelaksanaan e-Procurement. e-Procurement adalah proses pengadaan barang/jasa yang pelaksanaannya dilakukan secara elektronik yang berbasis web/internet dengan memanfaatkan fasilitas teknologi komunikasi dan informasi yang meliputi pelelangan umum, pra kualifikasi dan sourcing secara elektronik dengan menggunakan modul berbasis website. Proses pengadaan barang dan jasa yang dilakukan dengan menggunakan e-procurement secara signifikan akan meningkatkan kinerja, efektifitas, efisiensi, transparansi, akuntabilitas transaksi yang dilakukan. Selain itu dapat mengurangi biaya operasional secara signifikan karena tidak diperlukan lagi penyerahan dokumen fisik dan proses administrasi yang memakan waktu dan biaya.
Contoh kegagalan tersebut dapat dilihat sebagai berikut. Pada tahun 2006 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur memutuskan untuk bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya dalam pengembangan dan implementasi sistem e-procurement di lingkungan Pemprov Kaltim.
Peran Pemimpin E Government
     Menurut hasil kajian dan riset dari Harvard JFK School of Government, untuk menerapkan konsep-konsep digitalisasi pada sector public, ada tiga elemen sukses yang harus dimiliki dan diperhatikan sungguh-sungguh. Masing-masing elemen sukses tersebut adalah :

1. Support

     Seperti yang kita tahu, arti dari kata support sendiri adalah dukungan. Hal terpenting dalam hal dukungan adalah unsur pimpinan. Pimpinan harus memiliki political will untuk mengembangkan e-government, karena hal ini akan menyangkut seluruh proses dari e-government. Artinya, pemimpin tidak saja harus pintar dalam hal pneyusunan konsep, tetapi harus juga menjadi motivator ulung pada fase pelaksanaannya (action). Tanpa adanya unsur political will, mustahil berbagai inisiatif pembangunan dan pengembangan e-Government dapat berjalan dengan mulus.

2. Capacity

     Capacity (kemampuan), yaitu keberdayaan pemerintah setempat dalam mewujudkan “impian” e-Government menjadi kenyataan. Terdapat tiga hal penting yang harus dimiliki pemerintah sehubungan dengan elemen ini, yaitu :
Ketersediaan sumberdaya yang cukup untuk melaksanakan berbagai inisiatif e-Government.
Ketersediaan infrastruktur teknologi informasi yang memadai.
Ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan keahlian.

3. Value.

     Value (Nilai) merupakan manfaat yang secara signifikan dapat dirasakan oleh masyarakat atau pihak lain dengan adanya penerapan e-Government. Salah dalam mengerti kebutuhan masyarakat, justru akan menjadi boomerang bagi pemerintah yang berdampak pada sulitnya penerapan usaha pengembangan konsep e-Government.


Sedangkan sistem informasi pada pemerintahan,seorang pemimpin harus berperan dalam menerapkan e-government dengan menyusun strategi secara matang dan berkualitas,dan dengan adanya kesadaran dari pemimpin,serta pemimpin yang ditunjang dengan ilmu pengetahuan dan skill maka e-government dapat terealisasi sebagaimana mestinya
  

Saturday, 29 April 2017

Online Research dalam Administrasi Negara


  1. Menurut Dwight Waldo

Administrasi Negara mengandung dua pengertian yaitu :
a. Administrasi Negara yaitu organisasi dan manajemen dari manusia dan benda guna mencapai tujuan – tujuan pemerintah.
b. Administrasi Negara yaitu suatu seni dari ilmu tentang manajemen yang dipergunakan untuk mengatur urusan – urusan Negara.

2. Menurut John M. Pfiffer dan Robert V

Administrasi Negara adalah suatu proses yang bersangkutan dengan pelaksanaan kebijaksanaan – kebijaksanaan pemerintah, pengarahan kecakapan dan teknik – teknik yang tidak terhingga jumlahnya, memberikan arah dan maksud terhadap usaha sejumlah orang.

3. Menurut Prof. Dr. Prajudi Atmosudirdjo

Administrasi Negara adalah fungsi bantuan penyelenggaraan dari pemerintah artinya pemerintah (pejabat) tidak dapat menunaikan tugas – tugas kewajibannya tanpa Administrasi Neara.

4. Menurut M/E Dimock Dan G.O Dimock

Administrasi Negara merupakan suatu bagian dari administrasi umum yang mempunyai lapangan yang lebih luas, yaitu suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari bagaimana lembaga – lembaga mulai dari suatu keluarga hingga perserikatan bangsa – bangsa disusun, digerakkan dan dikemudikan.

5. Menurut Bachsan Mustafa, SH

administrasi Negara adalah sebagai gabungan jabatan – jabatan yang dibentuk dan disusun secara bertingkat yang diserahi kepada badan – badan pembuat undang – undang dan badan – badan kehakuman.

6. Menurut Wilson 

Administrasi sebagai ilmu. Pemikiran tentang supremasi kepemimpinan pejabat politik atas birokrasi itu timbul dari perbedaan fungsi antara politik dan administrasi, dan adanya asumsi tentang superioritas fungsi – fungsi politik administrasi. Slogan klasik pernah juga ditawarkan manakala fungsi politik berakhir maka fungsi administrasi itu mulai.

Administrasi Negara adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan aparatur negara/pemerintah untuk mencapai tujuan negara secara efisien. Administrasi negara merupakan suatu bahasaan ilmu sosial yang mempelajari tiga elemen penting kehidupan bernegara yang meliputi lembaga legislatif, yudikatif dan eksekutif serta hal-hal yang berkaitan dengan publik yang meliputi kebijakan publik, tujuan negara dan etika yang mengatur penyelenggara negara. Terdapat hubungan interaktif antara administrasi negara dengan lingkungan sosialnya, diantara berbagai unsur lingkungan sosial, unsur budaya merupakan unsur yang paling banyak mempengaruhi penampilan (performance) administrasi negara.

Administrasi negara adalah segenap proses penyelenggaraan yang dilakukan oleh aparatur pemerintah suatu negara untuk megatur dan menjalankan kekuasaan negara, guna menyelenggarakan kepentingan umum.

Berdasarkan Pengertian Diatas maka dapat disimpulkan bahwa :

1  Administrasi negara adalah merupakan kegiatan yang bersifat penyelenggaraan
2  Administrasi negara disusun untuk mengatur kerja sama antar bangsa
3  Administrasi negara diselenggarakan untuk oleh aparatur pemerintah dari suatu negara
4 Administrasi negara diselenggarakan untuk kepentingan umum

Online Research adalah suatu kegiatan penyelidikan, pemeriksaan, pencermatan, percobaan secara online untuk mendapatkan informasi yang meliputi pengumpulan, pengolahan, analisis, penyajian data secara sistematis dan objektif yang bertujuan untuk memecahkan suatu masalah yang diperoleh dari kesimpulan akhir saat melakukan riset.Jadi online research pada administrasi negara merupakan penelitian secara online untuk memahami ilmi pengetahuan dan teknologi dalam administrasi negara itu sendiri. Dengan cara tersebut penelitian dapat dilakukan secara efesien. Ilmu administrasi negara sangat membantu dalam memberikan data dan informasi dalam penyelenggaraan suatu aparatur pembangunan negara.

Friday, 7 April 2017

E-government & Pemanfaatan internet

A.    Pengertian

      E-Government adalah singkatan dari elektronik pemerintah. E-Governtment biasa dikenal e-gov,pemerintah digital, online pemerintah atau pemerintah transformasi. E-Government adalah Suatu upaya untuk mengembangkan penyalenggaraan kepemerintahan yang berbasis elektronik. Suatu penataan system manajemen dan proses kerja di lingkungan. pemerintah dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Ada empat model pengiriman E-Government, antara lain :

1.      Government-to-Customer (G2C)
2.      Government-to-Business (G2B)
3.      Government-to-Government (G2G)
4.      Government-to-Employe (G2E)

       E-Goverment adalah penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi warganya, urusan bisnis, serta hal-hal lain yang berkenaan dengan pemerintahan. e-Government dapat diaplikasikan pada legislatif, yudikatif, atau administrasi publik, untuk meningkatkan efisiensi internal, menyampaikan pelayanan publik, atau proses kepemerintahan yang demokratis. Model penyampaian yang utama adalah Government-to-Citizen atau Government-to-Customer (G2C), Government-to-Business (G2B) serta Government-to-Government (G2G). Keuntungan yang paling diharapkan dari e-government adalah peningkatan efisiensi, kenyamanan, serta aksesibilitas yang lebih baik dari pelayanan publik.

 B.     Tujuan

        Adapun tujuan dari dibangunnya E-Government itu adalah pembentukan jaringan dan transaksi layanan public yang tidak dibatasi sekat waktu dan lokasi, serta dengan biaya yang terjangkau masyarakat.
Secara umum, penerapan e-Government di berbagai negara yang dikaji mempunyai tujuan sebagai berikut:

1.   Meningkatkan kualitas layanan masyarakat, terutama dalam hal mempercepat proses dan mempermudah akses interaksi masyarakat;
2.  Meningkatkan transparansi pemerintahan dengan memperbanyak akses informasi public;
3. Meningkatkan pertanggungjawaban pemerintah dengan menyediakan lebih banyak pelayanan dan informasi, serta menyediakan kanal akses baru kepada masyarakat;
4.   Mengurangi waktu, uang, dan sumber daya lain, baik di sisi pemerintah maupun pihak-pihak yang terlibat dengan memperpendek proses pemberian layanan.

 C.    Manfaat


1.   Membuat mudah bagi setiap warga negara memperoleh pelayanan dan interaksi dengan pemerintahnya, memperbaiki efisien, efektivitas dan memperbaiki tanggapan/tanggungjawab sistem pemerintahan kepada warga negaranya. 
    Selanjutnya akan memberikan value, seperti : penyederhanaan pelayanan, menghilangkan lapisan-lapisan pelayanan, memungkinkan semua warga negara memperoleh informasi dan pelayanan lebih mudah, meringkas transaksi melalui integrasi sistem pemerintahan dan aliran operasional sistem pemerintahan dapat dilakukan lebih cepat.
2.  Meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat , memperbaiki proses keterbukaan dan akuntabilitas di lingkungan pemerintahan , mereduksi biaya transaksi, terjadi komunikasi dan interaksi pada proses pemerintahan dan menciptakan masyarakat berbasis komunitas informasi yang lebih berkualitas.
3.  Pemerintah tidak tertutup dengan warga negara karena tersedianya akses informasi, pelayanan yang modern, antar lembaga pemerintah dapat berkomunikasi dan kerja lebih efisien dan efektif serta memungkinkan meningkatkan pendapatan dari pajak.
D.    Ruang Lingkup

Ruang lingkup dari penggunaan E-Government secara menyeluruh mencakup pada:

1. Government to Citizens (Pemerintah ke Masyarakat), Pemerintah membangun dan menerapkan berbagai aplikasi teknologi informasi untuk memperbaiki hubungan interaksi dengan masyarakat. Contoh : E-KTP
2.      Government to Business (Pemerintah ke Pelaku Usaha), Contohnya pada proses perizinan pendirian usaha dan investasi, pengadaan lelang oleh pemerintah, dan kegiatan lain yang membutuhkan informasi secara online bagi pelaku usaha.
3.    Government to Government (Pemerintah ke Pemerintah), Memperlancar kerjasama antar negara dengan dimudahkannya komunikasi, seperti kepentingan diplomasi, atau berbagai informasi yang dianggap penting oleh negara yang satu dan lainnya.
4.   Government to Employees (Pemerintah ke Aparatnya), keadaan internal juga menjadi tempat diterapkannya E-Gov dalam upaya kemudahan informasi atau akses berbagai tugas/hasil kerja dan lainnya. Contohnya bisa diumpamakan seperti system KRS online yang diberlakukan di Universitas dimana Rektorat menjadi Pemerintah dan Dosen serta mahasiswa/i menjadi aparat yang berada dalam suatu organisasi.
E.     Kelebihan dan Kekurangan E-government :

Kelebihan :

1.  Dapat membentuk hubungan interaktif dengan dunia usaha untuk menghadapi perubahan dan persaingan perdagangan internasional.
2.  Dapat membentuk jaringan informasi dan transaksi pelayanan publik yang berkualitas, cepat, dan terjangkau oleh masyarakat luas.
3.   Dapat membentuk mekanisme dan saluran komunikasi dengan lembaga-lembaga negara serta menyediakan fasilitas dialog publik.
4.  Dapat membentuk sistem manajemen dan proses kerja yang transparan dan efisien memberikan layanan yang lebih baik pada masyarakat.
5.     Pemberdayaan masyarakat dilaksanakan melalui informasi yang mudah diperoleh.
6.   Adanya E-Government diharapkan pelaksaan pemerintah akan berjalan lebih efisien karena koordinasi pemerintah dapat dilakukan melalui pemanfaatan teknologi informasi.
Kekurangan :

1.      Kultur berbagi belum ada
2.      Pola pikir masih sederhana (gagap teknologi)
3.      Terbatasnya jumlah server dan sedikitnya software berlisensi karena mahal
4.      Sumber daya manusia yang handal di bidang TI kurang
5.      Belum terintegrasinya database dan sistem aplikasi secara menyeluruh
6.      Infrastruktur belum memadai
7.      Tempat akses terbatas
F.     Kesimpulan  :

            E-Government bisa di jadikan tempat atau fasilitas umpan balik (feedback) bagi masyarakat untuk bertanya dan mengirimkan kritik dan saran.Misalnya masyarakat dapat melaporkan jalan yang rusak ditempat tertentu.Hal ini dapat pula ditanggapi oleh kelompok masyarakat yang lain yang dapat berbagai informasi atau pengalaman mereka dalam mengelolah lingkungan.
E-Government juga merupakan salah satu layanan transaksi yang efisien,yang dapat digunakan sebagai alat untuk mendaftarkan perusahaan,membayar pajak,sampai pelayanan pemilihan umum secara online.





Saturday, 18 March 2017

Pengembangan Organisasi dengan dukungan ICT


ICT
 terdiri dari tiga kata yang berarti :

Information (informasi) : hasil dari data yang diolah dan menerangkan sesuatu serta berguna bagi yang mengetahuinya.
Communications (komunikasi) : pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara 2 pihak atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami.
Technology (teknologi) : kemampuan teknik yang berlandaskan pengetahuan ilmu eksakta yang berdasarkan proses teknis.

ICT (Information and Communication Technologies) atau sering disebut dengan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) adalah seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi.
Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.
Teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.

Jadi, ICT merupakan suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan,memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.
ke lainnya.

         ICT yang merupakan singkatan dari Information Communication Technolgy ini memang sangat penting sebagai pembelajaran, karena disaat ini setidaknya kita sudah harus menguasai cara pemakaian dari ICT, diantara  nya komputer, pada zaman saat ini kita semua diharuskan untuk bisa menggunakan komputer, karena perkembangan ICT yang sudah berkembang saat ini, menuntut kita untuk dapat menguasai dalam bidang ICT. Penguasaan komputer harus dikuasai oleh calon pekerja, bukan hanya para pekerja saja, tetapi saat ini anak sekolahan dan juga mahasiswa sudah dapat menggunakan komputer yang termasuk  dalam bidang ICT.  Karena ditunjang juga dengan perkembangan ICT saat ini yang berkembang pesat dan cepat.  Kemampuan dalam menggunakan dan mengelola ICT juga menentukan kemajuan suatu bangsa. Persaingan pun berlangsung dan negara yang tertinggal perkembangan ICT-nya akan kalah dalam persaingan. Maka dari itu pada zaman saat ini setidaknya kita harus menguasai ICT walaupun hanya sedikit.
        Dengan berkembang nya ICT informasi yang didapatkan akan semakin mudah begitu juga dengan komunikasi yang didapatkan. Perkembangan ICT juga dapat mengubah cara pembelajaran dalam bidang pendidikan, diantaranya dalam sekolah, guru dapat menerangkan pembelajaran dengan menggunakan cara yang lebih modern yaitu dengan menggunakan suatu obyek dengan menggunakan slide yang memudahkan para guru menerangkan kepada siswa ataupun siswi nya. Pada saat ini penerapan yang demikian sudah dilakukan di beberapa sekolah. Tetapi saat ini penerapan pembelajaran seperti itu sudah banyak dilakukan di perguruan tinggi. Para dosen menerangkan materi tersebut dengan menggunakan slide yang berisi ringkasan dalam pembelajaran yang diberikan para dosen kepada mahasiswa dan mahasiswi nya. Juga dengan menggunakan ebook, mencari data melalui internet dsb. Ini contoh perkembangan daripada ICT saat ini. Begitu juga dengan munculnya beberapa objek nya seperti laptop yang saat ini menjadi suatu kebutuhan bagi masyarakat. Dan ini menunjang dengan berkembangnya industri ICT.

          Dalam bidang kesehatan, ICT juga membantu para dokter untuk mendata pasien nya dengan menggunakan smartcard, secara otomatis pihak rumah sakit dapat mendata riwayat hidup pasien tersebut dengan menggunakan digital komputer. Dan juga para dokter dapat mendata pasien nya dengan menggunakan teknologi ICT yaitu komputer dll.Dalam aspek bisnis dan ekonomi, ICT membantu penggunanya dalam menghemat waktu dan juga biaya. Contohnya adalah dengan adanya e-banking, e-commerce, e-business, dan lain-lain yang memudahkan para pengguna untuk bertransaksi dimanapun dan kapanpun tanpa harus pergi ke bank ataupun kantor.  Ini merupakan salah satu keuntungan dari berkembangnya ICT saat ini.

        Namun, selain dalam aspek pendidikan dan kesehatan perkembangan ICT juga dapat menunjang dalam aspek politik dan pemerintahan, ICT dapat digunakan untuk menyebarkan informasi pemerintah yang perlu diketahui oleh masyarakat dengan adanya e-government. Selain itu, proses pemilu pun menjadi lebih mudah, mulai dari kampanye sampai pada saat perhitungan suara yang bisa diikuti oleh masyarakat melalui berbagai media massa, baik cetak maupun elektronik. Ini yang dapat membantu para pemerintah dengan adanya perkembangan  ICT dalam aspek politik.
Dengan menguasai ICT peluang karir yang didapatkan sangatlah besar.  Karir yang bisa didapatkan antara lain computer engineer, computer programmer, dan lain sebagainya. ICT saat ini sangat penting untuk dikuasai, contohnya dalam bidang komunikasi, salah satu contohnya saja seorang jurnalistik harus mampu menggunakan ICT untuk mengetahui dan menulis sebuah berita yang akan dipublikasi kan kepada masyarakat. Untuk seorang PR, ICT juga harus dikuasai untuk mengetahui isu tentang perusahaan yang sedang beredar di kalangan masyarakat. Dapat disimpulkan bahwa ICT sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat di berbagai bidang, dengan menguasai ICT maka peluang karir yang akan didapatkan pun lebih luas dan menjanjikan.

         Dalam perkembangannya yang semakin pesat, ICT juga berpengaruh dalam dunia mobile phone.  Padasekarang ini, hampir seluruh kegiatan ICT yang biasanya kita lakukan dan kerjakan di komputer dapat juga dilakukan di mobile phone.  Kita dapat mengakses internet dimana saja dan kapan saja. Bahkan dengan mobile phone kegiatan tersebut lebih mudah dilakukan, karena mobile phone bentuknya lebih praktis dibawa kemana saja dibandingkan komputer ataupun laptop. Kita juga dapat mengakses peta dengan mobile phone kita, membaca berita melalui situs media online, dan melakukan video call. Seluruh hal tersebut merupakan kecanggihan ICT dalam era mobile phone.
source:


luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com