Gadget

Hot news,gadget rumors,etc.

Technology

It's about Science-Technology.

Culture

It's all about Indonesian variety.

Saturday, 29 April 2017

Online Research dalam Administrasi Negara


  1. Menurut Dwight Waldo

Administrasi Negara mengandung dua pengertian yaitu :
a. Administrasi Negara yaitu organisasi dan manajemen dari manusia dan benda guna mencapai tujuan – tujuan pemerintah.
b. Administrasi Negara yaitu suatu seni dari ilmu tentang manajemen yang dipergunakan untuk mengatur urusan – urusan Negara.

2. Menurut John M. Pfiffer dan Robert V

Administrasi Negara adalah suatu proses yang bersangkutan dengan pelaksanaan kebijaksanaan – kebijaksanaan pemerintah, pengarahan kecakapan dan teknik – teknik yang tidak terhingga jumlahnya, memberikan arah dan maksud terhadap usaha sejumlah orang.

3. Menurut Prof. Dr. Prajudi Atmosudirdjo

Administrasi Negara adalah fungsi bantuan penyelenggaraan dari pemerintah artinya pemerintah (pejabat) tidak dapat menunaikan tugas – tugas kewajibannya tanpa Administrasi Neara.

4. Menurut M/E Dimock Dan G.O Dimock

Administrasi Negara merupakan suatu bagian dari administrasi umum yang mempunyai lapangan yang lebih luas, yaitu suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari bagaimana lembaga – lembaga mulai dari suatu keluarga hingga perserikatan bangsa – bangsa disusun, digerakkan dan dikemudikan.

5. Menurut Bachsan Mustafa, SH

administrasi Negara adalah sebagai gabungan jabatan – jabatan yang dibentuk dan disusun secara bertingkat yang diserahi kepada badan – badan pembuat undang – undang dan badan – badan kehakuman.

6. Menurut Wilson 

Administrasi sebagai ilmu. Pemikiran tentang supremasi kepemimpinan pejabat politik atas birokrasi itu timbul dari perbedaan fungsi antara politik dan administrasi, dan adanya asumsi tentang superioritas fungsi – fungsi politik administrasi. Slogan klasik pernah juga ditawarkan manakala fungsi politik berakhir maka fungsi administrasi itu mulai.

Administrasi Negara adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan aparatur negara/pemerintah untuk mencapai tujuan negara secara efisien. Administrasi negara merupakan suatu bahasaan ilmu sosial yang mempelajari tiga elemen penting kehidupan bernegara yang meliputi lembaga legislatif, yudikatif dan eksekutif serta hal-hal yang berkaitan dengan publik yang meliputi kebijakan publik, tujuan negara dan etika yang mengatur penyelenggara negara. Terdapat hubungan interaktif antara administrasi negara dengan lingkungan sosialnya, diantara berbagai unsur lingkungan sosial, unsur budaya merupakan unsur yang paling banyak mempengaruhi penampilan (performance) administrasi negara.

Administrasi negara adalah segenap proses penyelenggaraan yang dilakukan oleh aparatur pemerintah suatu negara untuk megatur dan menjalankan kekuasaan negara, guna menyelenggarakan kepentingan umum.

Berdasarkan Pengertian Diatas maka dapat disimpulkan bahwa :

1  Administrasi negara adalah merupakan kegiatan yang bersifat penyelenggaraan
2  Administrasi negara disusun untuk mengatur kerja sama antar bangsa
3  Administrasi negara diselenggarakan untuk oleh aparatur pemerintah dari suatu negara
4 Administrasi negara diselenggarakan untuk kepentingan umum

Online Research adalah suatu kegiatan penyelidikan, pemeriksaan, pencermatan, percobaan secara online untuk mendapatkan informasi yang meliputi pengumpulan, pengolahan, analisis, penyajian data secara sistematis dan objektif yang bertujuan untuk memecahkan suatu masalah yang diperoleh dari kesimpulan akhir saat melakukan riset.Jadi online research pada administrasi negara merupakan penelitian secara online untuk memahami ilmi pengetahuan dan teknologi dalam administrasi negara itu sendiri. Dengan cara tersebut penelitian dapat dilakukan secara efesien. Ilmu administrasi negara sangat membantu dalam memberikan data dan informasi dalam penyelenggaraan suatu aparatur pembangunan negara.

Friday, 7 April 2017

E-government & Pemanfaatan internet

A.    Pengertian

      E-Government adalah singkatan dari elektronik pemerintah. E-Governtment biasa dikenal e-gov,pemerintah digital, online pemerintah atau pemerintah transformasi. E-Government adalah Suatu upaya untuk mengembangkan penyalenggaraan kepemerintahan yang berbasis elektronik. Suatu penataan system manajemen dan proses kerja di lingkungan. pemerintah dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Ada empat model pengiriman E-Government, antara lain :

1.      Government-to-Customer (G2C)
2.      Government-to-Business (G2B)
3.      Government-to-Government (G2G)
4.      Government-to-Employe (G2E)

       E-Goverment adalah penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi warganya, urusan bisnis, serta hal-hal lain yang berkenaan dengan pemerintahan. e-Government dapat diaplikasikan pada legislatif, yudikatif, atau administrasi publik, untuk meningkatkan efisiensi internal, menyampaikan pelayanan publik, atau proses kepemerintahan yang demokratis. Model penyampaian yang utama adalah Government-to-Citizen atau Government-to-Customer (G2C), Government-to-Business (G2B) serta Government-to-Government (G2G). Keuntungan yang paling diharapkan dari e-government adalah peningkatan efisiensi, kenyamanan, serta aksesibilitas yang lebih baik dari pelayanan publik.

 B.     Tujuan

        Adapun tujuan dari dibangunnya E-Government itu adalah pembentukan jaringan dan transaksi layanan public yang tidak dibatasi sekat waktu dan lokasi, serta dengan biaya yang terjangkau masyarakat.
Secara umum, penerapan e-Government di berbagai negara yang dikaji mempunyai tujuan sebagai berikut:

1.   Meningkatkan kualitas layanan masyarakat, terutama dalam hal mempercepat proses dan mempermudah akses interaksi masyarakat;
2.  Meningkatkan transparansi pemerintahan dengan memperbanyak akses informasi public;
3. Meningkatkan pertanggungjawaban pemerintah dengan menyediakan lebih banyak pelayanan dan informasi, serta menyediakan kanal akses baru kepada masyarakat;
4.   Mengurangi waktu, uang, dan sumber daya lain, baik di sisi pemerintah maupun pihak-pihak yang terlibat dengan memperpendek proses pemberian layanan.

 C.    Manfaat


1.   Membuat mudah bagi setiap warga negara memperoleh pelayanan dan interaksi dengan pemerintahnya, memperbaiki efisien, efektivitas dan memperbaiki tanggapan/tanggungjawab sistem pemerintahan kepada warga negaranya. 
    Selanjutnya akan memberikan value, seperti : penyederhanaan pelayanan, menghilangkan lapisan-lapisan pelayanan, memungkinkan semua warga negara memperoleh informasi dan pelayanan lebih mudah, meringkas transaksi melalui integrasi sistem pemerintahan dan aliran operasional sistem pemerintahan dapat dilakukan lebih cepat.
2.  Meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat , memperbaiki proses keterbukaan dan akuntabilitas di lingkungan pemerintahan , mereduksi biaya transaksi, terjadi komunikasi dan interaksi pada proses pemerintahan dan menciptakan masyarakat berbasis komunitas informasi yang lebih berkualitas.
3.  Pemerintah tidak tertutup dengan warga negara karena tersedianya akses informasi, pelayanan yang modern, antar lembaga pemerintah dapat berkomunikasi dan kerja lebih efisien dan efektif serta memungkinkan meningkatkan pendapatan dari pajak.
D.    Ruang Lingkup

Ruang lingkup dari penggunaan E-Government secara menyeluruh mencakup pada:

1. Government to Citizens (Pemerintah ke Masyarakat), Pemerintah membangun dan menerapkan berbagai aplikasi teknologi informasi untuk memperbaiki hubungan interaksi dengan masyarakat. Contoh : E-KTP
2.      Government to Business (Pemerintah ke Pelaku Usaha), Contohnya pada proses perizinan pendirian usaha dan investasi, pengadaan lelang oleh pemerintah, dan kegiatan lain yang membutuhkan informasi secara online bagi pelaku usaha.
3.    Government to Government (Pemerintah ke Pemerintah), Memperlancar kerjasama antar negara dengan dimudahkannya komunikasi, seperti kepentingan diplomasi, atau berbagai informasi yang dianggap penting oleh negara yang satu dan lainnya.
4.   Government to Employees (Pemerintah ke Aparatnya), keadaan internal juga menjadi tempat diterapkannya E-Gov dalam upaya kemudahan informasi atau akses berbagai tugas/hasil kerja dan lainnya. Contohnya bisa diumpamakan seperti system KRS online yang diberlakukan di Universitas dimana Rektorat menjadi Pemerintah dan Dosen serta mahasiswa/i menjadi aparat yang berada dalam suatu organisasi.
E.     Kelebihan dan Kekurangan E-government :

Kelebihan :

1.  Dapat membentuk hubungan interaktif dengan dunia usaha untuk menghadapi perubahan dan persaingan perdagangan internasional.
2.  Dapat membentuk jaringan informasi dan transaksi pelayanan publik yang berkualitas, cepat, dan terjangkau oleh masyarakat luas.
3.   Dapat membentuk mekanisme dan saluran komunikasi dengan lembaga-lembaga negara serta menyediakan fasilitas dialog publik.
4.  Dapat membentuk sistem manajemen dan proses kerja yang transparan dan efisien memberikan layanan yang lebih baik pada masyarakat.
5.     Pemberdayaan masyarakat dilaksanakan melalui informasi yang mudah diperoleh.
6.   Adanya E-Government diharapkan pelaksaan pemerintah akan berjalan lebih efisien karena koordinasi pemerintah dapat dilakukan melalui pemanfaatan teknologi informasi.
Kekurangan :

1.      Kultur berbagi belum ada
2.      Pola pikir masih sederhana (gagap teknologi)
3.      Terbatasnya jumlah server dan sedikitnya software berlisensi karena mahal
4.      Sumber daya manusia yang handal di bidang TI kurang
5.      Belum terintegrasinya database dan sistem aplikasi secara menyeluruh
6.      Infrastruktur belum memadai
7.      Tempat akses terbatas
F.     Kesimpulan  :

            E-Government bisa di jadikan tempat atau fasilitas umpan balik (feedback) bagi masyarakat untuk bertanya dan mengirimkan kritik dan saran.Misalnya masyarakat dapat melaporkan jalan yang rusak ditempat tertentu.Hal ini dapat pula ditanggapi oleh kelompok masyarakat yang lain yang dapat berbagai informasi atau pengalaman mereka dalam mengelolah lingkungan.
E-Government juga merupakan salah satu layanan transaksi yang efisien,yang dapat digunakan sebagai alat untuk mendaftarkan perusahaan,membayar pajak,sampai pelayanan pemilihan umum secara online.





Saturday, 18 March 2017

Pengembangan Organisasi dengan dukungan ICT


ICT
 terdiri dari tiga kata yang berarti :

Information (informasi) : hasil dari data yang diolah dan menerangkan sesuatu serta berguna bagi yang mengetahuinya.
Communications (komunikasi) : pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara 2 pihak atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami.
Technology (teknologi) : kemampuan teknik yang berlandaskan pengetahuan ilmu eksakta yang berdasarkan proses teknis.

ICT (Information and Communication Technologies) atau sering disebut dengan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) adalah seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi.
Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.
Teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.

Jadi, ICT merupakan suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan,memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.
ke lainnya.

         ICT yang merupakan singkatan dari Information Communication Technolgy ini memang sangat penting sebagai pembelajaran, karena disaat ini setidaknya kita sudah harus menguasai cara pemakaian dari ICT, diantara  nya komputer, pada zaman saat ini kita semua diharuskan untuk bisa menggunakan komputer, karena perkembangan ICT yang sudah berkembang saat ini, menuntut kita untuk dapat menguasai dalam bidang ICT. Penguasaan komputer harus dikuasai oleh calon pekerja, bukan hanya para pekerja saja, tetapi saat ini anak sekolahan dan juga mahasiswa sudah dapat menggunakan komputer yang termasuk  dalam bidang ICT.  Karena ditunjang juga dengan perkembangan ICT saat ini yang berkembang pesat dan cepat.  Kemampuan dalam menggunakan dan mengelola ICT juga menentukan kemajuan suatu bangsa. Persaingan pun berlangsung dan negara yang tertinggal perkembangan ICT-nya akan kalah dalam persaingan. Maka dari itu pada zaman saat ini setidaknya kita harus menguasai ICT walaupun hanya sedikit.
        Dengan berkembang nya ICT informasi yang didapatkan akan semakin mudah begitu juga dengan komunikasi yang didapatkan. Perkembangan ICT juga dapat mengubah cara pembelajaran dalam bidang pendidikan, diantaranya dalam sekolah, guru dapat menerangkan pembelajaran dengan menggunakan cara yang lebih modern yaitu dengan menggunakan suatu obyek dengan menggunakan slide yang memudahkan para guru menerangkan kepada siswa ataupun siswi nya. Pada saat ini penerapan yang demikian sudah dilakukan di beberapa sekolah. Tetapi saat ini penerapan pembelajaran seperti itu sudah banyak dilakukan di perguruan tinggi. Para dosen menerangkan materi tersebut dengan menggunakan slide yang berisi ringkasan dalam pembelajaran yang diberikan para dosen kepada mahasiswa dan mahasiswi nya. Juga dengan menggunakan ebook, mencari data melalui internet dsb. Ini contoh perkembangan daripada ICT saat ini. Begitu juga dengan munculnya beberapa objek nya seperti laptop yang saat ini menjadi suatu kebutuhan bagi masyarakat. Dan ini menunjang dengan berkembangnya industri ICT.

          Dalam bidang kesehatan, ICT juga membantu para dokter untuk mendata pasien nya dengan menggunakan smartcard, secara otomatis pihak rumah sakit dapat mendata riwayat hidup pasien tersebut dengan menggunakan digital komputer. Dan juga para dokter dapat mendata pasien nya dengan menggunakan teknologi ICT yaitu komputer dll.Dalam aspek bisnis dan ekonomi, ICT membantu penggunanya dalam menghemat waktu dan juga biaya. Contohnya adalah dengan adanya e-banking, e-commerce, e-business, dan lain-lain yang memudahkan para pengguna untuk bertransaksi dimanapun dan kapanpun tanpa harus pergi ke bank ataupun kantor.  Ini merupakan salah satu keuntungan dari berkembangnya ICT saat ini.

        Namun, selain dalam aspek pendidikan dan kesehatan perkembangan ICT juga dapat menunjang dalam aspek politik dan pemerintahan, ICT dapat digunakan untuk menyebarkan informasi pemerintah yang perlu diketahui oleh masyarakat dengan adanya e-government. Selain itu, proses pemilu pun menjadi lebih mudah, mulai dari kampanye sampai pada saat perhitungan suara yang bisa diikuti oleh masyarakat melalui berbagai media massa, baik cetak maupun elektronik. Ini yang dapat membantu para pemerintah dengan adanya perkembangan  ICT dalam aspek politik.
Dengan menguasai ICT peluang karir yang didapatkan sangatlah besar.  Karir yang bisa didapatkan antara lain computer engineer, computer programmer, dan lain sebagainya. ICT saat ini sangat penting untuk dikuasai, contohnya dalam bidang komunikasi, salah satu contohnya saja seorang jurnalistik harus mampu menggunakan ICT untuk mengetahui dan menulis sebuah berita yang akan dipublikasi kan kepada masyarakat. Untuk seorang PR, ICT juga harus dikuasai untuk mengetahui isu tentang perusahaan yang sedang beredar di kalangan masyarakat. Dapat disimpulkan bahwa ICT sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat di berbagai bidang, dengan menguasai ICT maka peluang karir yang akan didapatkan pun lebih luas dan menjanjikan.

         Dalam perkembangannya yang semakin pesat, ICT juga berpengaruh dalam dunia mobile phone.  Padasekarang ini, hampir seluruh kegiatan ICT yang biasanya kita lakukan dan kerjakan di komputer dapat juga dilakukan di mobile phone.  Kita dapat mengakses internet dimana saja dan kapan saja. Bahkan dengan mobile phone kegiatan tersebut lebih mudah dilakukan, karena mobile phone bentuknya lebih praktis dibawa kemana saja dibandingkan komputer ataupun laptop. Kita juga dapat mengakses peta dengan mobile phone kita, membaca berita melalui situs media online, dan melakukan video call. Seluruh hal tersebut merupakan kecanggihan ICT dalam era mobile phone.
source:


Friday, 27 January 2017

Cobit 5


COBIT versi 5 atau dikenal dengan nama COBIT 5 adalah edisi terbaru dari Framework COBIT ISACA yang menyediakan penjabaran bisnis secara end-to-end dari tatakelola teknologi informasi perusahaan untuk menggambarkan peran utama dari informasi dan teknologi dalam menciptakan nilai perusahaan.
COBIT 5 adalah sebuah versi pembaharuan yang menyatukan cara berpikir yang mutakhir di dalam teknik-teknik dan tata kelola TI perusahaan. Menyediakan prinsip-prinsip, praktek-praktek, alat-alat analisa yang telah diterima secara umum untuk meningkatkan kepercayaan dan nilai sistem-sistem informasi. COBIT 5 dibangun berdasarkan pengembangan dari COBIT 4.1 dengan mengintegrasikan Val IT dan Risk IT dari ISACA, ITIL, dan standar-standar yang relevan dari ISO.
Cobit 5 didasarkan pada 5 prinsip kunci tatakelola dan manajemen TI perusahaan yaitu :
1.   Pemenuhan kebutuhan Stakeholder
2.   Melindungi titik-titik penting perusahaan
3.   Penggunaan sebuah framework terintegrasi
4.   Memungkinkan pendekatan secara holistik
5.   Meminsahkan tatakelola dengan manajemen

COBIT 5 mendeskripsikan 7 kategori yang berperan sebagai penggerak yaitu :

1.   Prinsip-prinsip, kebijakan-kebijakan, dan framework, adalah sarana untuk menerjemahkan tingkah laku yang diinginkan ke dalam petunjuk praktek untuk pelaksanaan manajemen harian.
2.   Proses, menjelaskan kumpulan terorganisasi dari praktek-praktek  dan aktifitas-aktiftas untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan dan menghasilkan sekumpulan keluaran di dalam dukungan pencapaian seluruh sasaran TI
3.   Struktur organisasi, entitas pembuatan keputusan kunci di dalam perusahaan
4.   Budaya, etika, dan tingkah laku, merupakan kebiasaan dari individu dan perusahaan yang sering dianggap sebagai faktor penghambat kesuksesan di dalam aktifitas tatakelola dan manajemen.
5.   Informasi, adalah sebuah kebutuhan untuk memastikan agar organisasi tetap berjalan dan dapat dikelola dengan baik. Tetapi di tingkat operasional, informasi seringnya digunakan sebagai hasil dari proses perusahaan
6.   Layanan, infrastruktur dan aplikasi, menyediakan layanan dan proses teknologi informasi bagi perusahaan
7.   Orang, keterampilan dan kemampuan, dibutuhkan untuk menyelesaikan semua aktifitas dan membuat keputusan yang tepat serta mengambil aksi-aksi perbaikan.

Informasi
Informasi adalah sumber daya kunci bagi semua perusahaan. Diciptakan, digunakan, disimpan, ditampilkan, dan dihancurkan dengan menggunakan teknologi sebagai pemeran kuncinya. Teknologi menjadi bagian dari seluruh aspek bisnis dan individu.

Manfaat Bagi Perusahaan
Memudahkan pemeliharaan kualitas informasi untuk mendukung keputusan bisnis. Menghasilkan nilai bisnis dari investasi yang digerakkan TI. Pencapaian sasaran strategis dan mendapatkan manfaat-manfaat bisnis penggunaan TI yang efektif dan inovatif. Pencapaian keunggulan operasional melalui teknologi aplikasi yang dapat diandalkan dan efisien. Memelihara risiko-risiko TI untuk mencapai tingkat yang dapat diterima. Mampu mengoptimalkan biaya layanan dan teknologi TI.

Nilai Bagi Stakeholder
Nilai bagi stakeholder didapatkan melalui tatakelola dan manajemen aset TI yang baik. Dewan komisaris, pimpinan eksekutif dan manajemen harus menganggap dan memperlakukan TI seperti bagian penting lainnya dari bisnis. Hukum eksternal, regulasi, dan peningkatan kebutuhan pemenuhan kontrak berhubungan dengan penggunaan informasi dan teknologi oleh perusahaan. Jika tidak terpenuhi, maka hal ini dapat mengancam nilai stakeholder. Jadi semuanya harus legal dan sesuai dengan kontrak. Cobit 5 menyediakan  sebuah framework yang komprehensif yang membantu perusahaan untuk mencapai sasarannya dan menyampaikan nilai melalui tatakelola dan manajemen TI perusahaan.

source

ITIL (Information Technology Infrastructure Library)

ITIL atau Information Technology Infrastructure Library adalah suatu rangkaian dengan konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi (TI). ITIL diterbitkan dalam suatu rangkaian buku yang masing-masing membahas suatu topik pengelolaan (TI). Nama ITIL dan IT Infrastructure Library merupakan merek dagang terdaftar dari Office of Government Commerce (OGC) Britania Raya.

ITIL memberikan deskripsi detil tentang beberapa praktik (TI) penting dengan daftar cek, tugas, serta prosedur yang menyeluruh yang dapat disesuaikan dengan segala jenis organisasi (TI).
Walaupun dikembangkan sejak dasawarsa 1980-an, penggunaan ITIL baru meluas pada pertengahan 1990-an dengan spesifikasi versi keduanya (ITIL v2) yang paling dikenal dengan dua set bukunya yang berhubungan dengan ITSM (IT Service Management), yaitu Service Delivery (Antar Layanan) dan Service Support (Dukungan Layanan).

Pada awalnya ITIL adalah serangkaian lebih dari 40 buku pedoman tentang pengelolaan layanan IT yang terdiri dari 26 modul. Perpustakaan besar pertama ini juga dikenal sebagai ITIL 1.0. Antara 2000 dan 2004 disebabkan oleh peningkatan pelayanan yang berkesinambungan dan adaptasi terhadap situasi saat ini dalam lingkungan (TI) modern ITIL 1.0 di rilis besar dan digabungkan menjadi delapan inti manual: ITIL 2.0. Pada awal musim panas 2007 ITIL 3.0 diterbitkan. Ini didirikan struktur yang sama sekali baru. Ini terdiri dari tiga bidang utama:

  • ITIL Core Publikasi
  • ITIL Pelengkap Bimbingan
  • ITIL Web Support Services


Pada 30 Juni 2007, OGC (Office of Government Commerce) menerbitkan versi ketiga ITIL (ITIL v3) yang intinya terdiri dari lima bagian dan lebih menekankan pada pengelolaan siklus hidup layanan yang disediakan oleh teknologi informasi. Kelima bagian tersebut adalah:

1. Service Strategy

Inti
dari ITIL Service Lifecycle adalah Service Strategy.Service Strategy memberikan panduan kepada pengimplementasi ITSM pada bagaimana memandang konsep ITSM bukan hanya sebagai sebuah kemampuan organisasi (dalam memberikan, mengelola serta mengoperasikan layanan TI), tapi juga sebagai sebuah aset strategis perusahaan. Panduan ini disajikan dalam bentuk prinsip-prinsip dasar dari konsep ITSM, acuan-acuan serta proses-proses inti yang beroperasi di keseluruhan tahapan ITIL Service Lifecycle.
Topik-topik yang dibahas dalam tahapan lifecycle ini mencakup pembentukan pasar untuk menjual layanan, tipe-tipe dan karakteristik penyedia layanan internal maupun eksternal, aset-aset layanan, konsep portofolio layanan serta strategi implementasi keseluruhan ITIL Service Lifecycle. Proses-proses yang dicakup dalam Service Strategy, di samping topik-topik di atas adalah:

1. Service Portfolio Management
2. Financial Management
3. Demand Management

Bagi organisasi TI yang baru akan mengimplementasikan ITIL, Service Strategy digunakan sebagai panduan untuk menentukan tujuan/sasaran serta ekspektasi nilai kinerja dalam mengelola layanan TI serta untuk mengidentifikasi, memilih serta memprioritaskan berbagai rencana perbaikan operasional maupun organisasional di dalam organisasi TI.
Bagi organisasi TI yang saat ini telah mengimplementasikan ITIL, Service Strategy digunakan sebagai panduan untuk melakukan review strategis bagi semua proses dan perangkat (roles, responsibilities, teknologi pendukung, dll) ITSM di organisasinya, serta untuk meningkatkan kapabilitas dari semua proses serta perangkat ITSM tersebut.

2. Service Design

Agar layanan TI dapat memberikan manfaat kepada pihak bisnis, layanan-layanan TI tersebut harus terlebih dahulu di desain dengan acuan tujuan bisnis dari pelanggan. Service Design memberikan panduan kepada organisasi TI untuk dapat secara sistematis dan best practice mendesain dan membangun layanan TI maupun implementasi ITSM itu sendiri. Service Design berisi prinsip-prinsip dan metode-metode desain untuk mengkonversi tujuan-tujuan strategis organisasi TI dan bisnis menjadi portofolio/koleksi layanan TI serta aset-aset layanan, seperti server, storage dan sebagainya.
Ruang lingkup Service Design tidak melulu hanya untuk mendesain layanan TI baru, namun juga proses-proses perubahan maupun peningkatan kualitas layanan, kontinyuitas layanan maupun kinerja dari layanan.

Proses-proses yang dicakup dalam Service Design yaitu:
1. Service Catalog Management
2. Service Level Management
3. Supplier Management
4. Capacity Management
5. Availability Management
6. IT Service Continuity Management
7. Information Security Management

3. Service Transition

Service Transition menyediakan panduan kepada organisasi TI untuk dapat mengembangkan serta kemampuan untuk mengubah hasil desain layanan TI baik yang baru maupun layanan TI yang dirubah spesifikasinya ke dalam lingkungan operasional. Tahapan lifecycle ini memberikan gambaran bagaimana sebuah kebutuhan yang didefinisikan dalam Service Strategy kemudian dibentuk dalam Service Design untuk selanjutnya secara efektif direalisasikan dalam Service Operation.

Proses-proses yang dicakup dalam Service Transition yaitu:
1. Transition Planning and Support
2. Change Management
3. Service Asset & Configuration Management
4. Release & Deployment Management
5. Service Validation
6. Evaluation
7. Knowledge Management

4. Service Operation

Service Operation merupakan tahapan lifecycle yang mencakup semua kegiatan operasional harian pengelolaan layanan-layanan TI. Di dalamnya terdapat berbagai panduan pada bagaimana mengelola layanan TI secara efisien dan efektif serta menjamin tingkat kinerja yang telah diperjanjikan dengan pelanggan sebelumnya. Panduan-panduan ini mencakup bagaiman menjaga kestabilan operasional layanan TI serta pengelolaan perubahan desain, skala, ruang lingkup serta target kinerja layanan TI.

Proses-proses yang dicakup dalam Service Transition yaitu:
1. Event Management
2. Incident Management
3. Problem Management
4. Request Fulfillment
5. Access Management

5. Continual Service Improvement

Continual Service Improvement (CSI) memberikan panduan penting dalam menyusun serta memelihara kualitas layanan dari proses desain, transisi dan pengoperasiannya. CSI mengkombinasikan berbagai prinsip dan metode dari manajemen kualitas, salah satunya adalah Plan-Do-Check-Act (PDCA) atau yang dikenal sebagi Deming Quality Cycle
Sebuah perusahaan yang mengimplementasi ITIL secara nyata tentunya mendapat banyak sekali keuntungan, misalnya, pelayanan IT menjadi lebih fokus kepada departemen lainnya di dalam satu perusahaan, biaya lebih efisien dan dapat diatur dengan baik, serta perubahan-perubahan IT yang dapat lebih mudah untuk diatur, dan masih banyak keuntungan lainnya yang pada akhirnya akan berdampak pada income perusahaan itu sendiri.

source


luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com